RAHASIA SI UNTUNG
Anda pasti kenal tokoh si Untung
di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini
dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh
bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si
Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal.
Jika Untung dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang
dijalan, pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti
si Untung, dont worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.
Professor Richard Wiseman dari
University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan
orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang
merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial.
Memang kesan nya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa
diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan
mereka yang sial.
Singkatnya Wiseman menemukan 4
faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:
1. Sikap terhadap peluang.
Orang beruntung ternyata memang
lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang,
pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal
ini dimungkinkan?
Ternyata orang-orang yg
beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap
pengalaman-pengalam an baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan
orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru.
Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan-
kemungkinan baru.
2. Menggunakan intuisi dalam membuat
keputusan.
Orang yang beruntung ternyata
lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang
dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar
bisikan "hati nurani" (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang
canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari
"gut feeling". Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah,
bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan
penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki
metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang
teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan
lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin
tajam.
3. Selalu berharap kebaikan akan datang.
Orang yang beruntung ternyata
selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan
datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan
terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi
dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya
orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis ke depan. Pasti mereka
akan menceritakan optimisme dan harapan.
4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.
Orang-orang beruntung sangat
pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka
setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman
meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank
tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan
reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: "wah sial
bener ada di tengah2 perampokan begitu". Sementara reaksi orang beruntung,
misalnya adalah: "untung saya ada di sana, saya bisa menuliskan pengalaman
saya untuk media dan dapet duit". Apapun situasinya orang yg beruntung
pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi
buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.
Sekolah Keberuntungan
Bagi mereka yang kurang beruntung,
Prof Wiseman bahkan membuka Luck School. Saya yakin Anda semua sudah beruntung
dan tidak perlu bersekolah di Luck School. Tapi ada baiknya mengintip sedikit,
latihan2 apa yang diberikan di Luck School.
Salah satu yang menonjol dari
orang sial adalah betapa mereka sering mengabaikan hal-hal yang positif di
sekitar mereka. . Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu
adalah dengan membuat "Luck Diary", buku harian keberuntungan. Setiap
hari, orang-orang yang kurang beruntung harus mencatat hal-hal positif atau
keberuntungan yang terjadi.
Mereka dilarang keras
menuliskan kesialan mereka. Awalnya
mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan,
besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka
tuliskan.
Dan ketika mereka melihat
beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka, semakin mereka akan sadari betapa
mereka beruntung. Dan sesuai prinsip "law of attraction", semakin
mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky
events yang datang pada hidup mereka.
Jadi, sesederhana itu rahasia si
Untung. Ternyata semua orang juga bisa beruntung. Termasuk Anda.
Siap mulai menjadi si Untung?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar